Ketika Hidup Terus Berputar

Bismillahirrahmaanirrrahiim..

Agaknya ana harus meminta maaf karena tidak bisa menepati statement ana yang mengatakan bahwa setelah sidang Tugas Akhir Insya Allah ana akan lebih lebih aktif membagi artikel atau pengalaman di blog ini. Awalnya ana mengira bahwa setelah fase penyelesaian kuliah, hidup ana dapat kembali santai dan lebih banyak waktu luang yang bisa ana gunakan untuk melakukan hobi yang tertunda ini. Namun ternyata Sang Pembuat Hidup berkehendak lain.

Alhamdulillah, setelah menyelesaikan studi perguruan tinggi – tinggal menunggu wisuda – ana dipercaya untuk mengemban tanggung jawab lebih di kantor tempat ana mengais rizki dari-Nya. Rotasi rutin yang dilakukan oleh manajemen kantor membuat ana diberi tawaran untuk menempati posisi yang ditempati oleh atasan ana. Sungguh di luar dugaan ketika mendapatkan posisi itu. Pada awalnya adalah rasa takut yang mendominasi diri, mental pun belum siap. Namun setelah diberi masukan oleh orang-orang terdekat termasuk keluarga, maka ana pun mengambil posisi yang ditawarkan.

Dan seperti yang sudah diduga, waktu santai yang ana damba-dambakan setelah selesai skripsi hanya tinggal di angan 😦 Namun ana juga tak mau menyesali hal yang sudah terjadi karena ana mencoba untuk mendoktrin diri sendiri bahwa ini semua adalah yang terbaik dari-Nya. Kesempatan yang jarang terjadi telah terjadi pada diri ana. Siapa yang tidak mau menggapai puncak karirnya meski dengan berjalan perlahan. Dan kesempatan itu sedang terbuka lebar di depan ana.

Namun, seiring menapaknya hidup ke tangga selanjutnya, maka semakin besarlah ujian yang dialami. Ujian dari segala segi: keimanan, keistiqomahan, kesabaran, ketenangan, dan kejernihan pikiran sungguh ditempa oleh badai yang hebat – menurut ana-.

Tapi dari segala ujian yang datang dari segala penjuru, ana masih ingat bahwa Dia lah yang satu-satunya menjadi Penolong ana, tempat ana memasrahkan segala keluh kesah. Ana yakin, dalan segala ujian pasti ada hikmah dan tingkatannya. Sang Maha Pencipta tidak akan melimpahkan ujian jika tidak sesuai dengan kemampuan umatnya. Dan satu lagi yang ana yakin, bahwa setiap akan naik kelas, maka kita harus melewati ujian yang menghadang.

Alhamdulillah juga, diantara ujian-ujian yang menghadang, salah satunya adalah ujian untuk persiapan pernikahan ana dan calon suami ana :’)

Semoga Allah meng-ijabah segala do’a umatnya. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s