HIDAYAH YANG MENGGETARKAN HATI

Alhamdulillah saat ini kesibukan ana sudah berangsur mereda seiring dengan kelulusan ana dalam sidang skripsi seminggu yang lalu :’) revisi juga sudah beres, mungkin masih sedikit direpotkan dengan kejar-kejaran dengan dosen penguji demi mendapatkan tanda tangan di lembar pengesahan laporan tugas akhir. Insya Allah setelah ini ana akan lebih aktif membagi artikel atau pengalaman di blog ini. 🙂

Saat ini di twitter sedang ramai perbincangan tentang #HijabStories on Book! yang dipelopori oleh akun @mariberhijab. Karena mempunyai pengalaman memulai menggunakan hijab yang (menurut ana) tidak boleh dilupakan, maka ana coba untuk ikut kirim cerita ana ketika memulai berjilbab. Sebelum dikirim ke @mariberhijab, ana berpikiran untuk share di blog ana terlebih dahulu :’)

 

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sejak kecil, aku tumbuh di keluarga Islam. Almarhum Ayah menjadi tokoh agama di kampung halaman, dan Ibu lulusan pondok pesantren yang menjadi guru agama Islam di sebuah SD dekat kampung halaman, Surabaya. Meski begitu, kedua orang tua tidak mewajibkan dengan tegas ke anak-anak perempuannya untuk mengenakan hijab sejak baligh. Oleh karena itu, hingga umur ke 21 aku masih belum melaksanakan kewajiban berhijab.

Baca lebih lanjut

Iklan

Beda #Hijab, #Jilbab, #Khimar & #Kerudung :’)

  • #Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, Allah SWT. dalam surat Al Ahzab ayat 58 memerintah kepada para shahabat Nabi Saw
  • Ada waktu mereka meminta suatu brg pd istri Nabi Saw utk memintanya dari balik hijab. Jadi, #Hijab berarti umum, bisa berupa tirai pembatas,dll
  • Sehingga memang terkadang kata #Hijab dimaksudkn utk makna jilbab. Adapun makna lain dari hijab adl sesuatu yg mnutupi atau menghalangi dirinya
  • #Hijab biasa juga digunakan sebagai pembatas interaksi saat sedang syuro. Pernah lihat ada yg rapat dgn menggunakan #Hijab? :’)
  • #Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. :’)
  • Dlm hal ini Syaikh Al Bani rahimahullah mgatakan, “Setiap #Jilbab adalah #Hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yg tampak.”

Baca lebih lanjut

Lindungi Diri Dengan Jilbab Syar‘i

Islam mewajibkan seorang wanita untuk dijaga dan dipelihara dengan sesuatu yang tidak sama dengan kaum laki-laki. Wanita dikhususkan dengan perintah untuk berhijab (menutup diri dari laki-laki yang bukan mahram). Baik dengan mengenakan jilbab, maupun dengan betah tinggal di rumah dan tidak keluar rumah kecuali jika ada keperluan, berbeda dengan batasan hijab yang diwajibkan bagi laki-laki.

Allah ta‘ala telah menciptakan wanita tidak sama dengan laki-laki. Baik dalam postur tubuh, susunan anggota badan, maupun kondisi kejiwaannya. Dengan hikmah Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal, kedua jenis ini telah memunculkan perbedaan dalam sebagian hukum-hukum syar‘i, tugas, serta kewajiban yang sesuai dengan penciptaan dan kodrat masing-masing sehingga terwujudlah kemaslahatan hamba, kemakmuran alam, dan keteraturan hidup.

Wanita telah digariskan menjadi lentera rumah tangga sekaligus pendidik generasi mendatang. Oleh karena itu, ia harus menjaga kesuciannya, memiliki rasa malu yang tinggi, mulia, dan bertaqwa. Telah dimaklumi bahwa seorang wanita yang berhijab sesuai dengan apa yang dimaksudkan Allah dan Rasul-Nya, maka tidak akan diganggu orang yang dalam hatinya terdapat keinginan untuk berbuat tidak senonoh, serta akan terhindar dari mata-mata khianat.

Baca lebih lanjut

“Aku Belum Berjilbab, Karena…”

“Aku Belum Berjilbab, Karena…”

1. “Hatiku masih belum mantap untuk berjilbab. Jika hatiku sudah mantap, aku akan segera berjilbab. Lagipula aku masih melaksanakan shalat, puasa dan semua perintah wajib kok..”

Wahai saudariku… Sadarkah engkau, siapa yang memerintahmu untuk mengenakan jilbab? Dia-lah Allah, Rabb-mu, Rabb seluruh manusia, Rabb alam semesta. Engkau telah melakukan berbagai perintah Allah yang berpangkal dari iman dan ketaatan, tetapi mengapa engkau beriman kepada sebagian ketetapan-Nya dan ingkar terhadap sebagian yang lain, padahal engkau mengetahui bahwa sumber dari semua perintah itu adalah satu, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala?

Seperti shalat dan amalan lain yang senantiasa engkau kerjakan, maka berjilbab pun adalah satu amalan yang seharusnya juga engkau perhatikan. Allah Ta’ala telah menurunkan perintah hijab kepada setiap wanita mukminah. Maka itu berarti bahwa hanya wanita-wanita yang memiliki iman yang ridha mengerjakan perintah ini. Adakah engkau tidak termasuk ke dalam golongan wanita mukminah?

Ingatlah saudariku, bahwa sesungguhnya keadaanmu yang tidak berjilbab namun masih mengerjakan amalan-amalan lain, adalah seperti orang yang membawa satu kendi penuh dengan kebaikan akan tetapi kendi itu berlubang, karena engkau tidak berjilbab. Janganlah engkau sia-siakan amal shalihmu disebabkan orang-orang yang dengan bebas di setiap tempat memandangi dirimu yang tidak mengenakan jilbab. Silakan engkau bandingkan jumlah lelaki yang bukan mahram yang melihatmu tanpa jilbab setiap hari dengan jumlah pahala yang engkau peroleh, adakah sama banyaknya?

Baca lebih lanjut

Saudariku, Apa yang Menghalangimu untuk Berjilbab?

Saudariku…
Seorang mukmin dengan mukmin lain ibarat cermin. Bukan cermin yang memantulkan bayangan fisik, melainkan cermin yang menjadi refleksi akhlak dan tingkah laku. Kita dapat mengetahui dan melihat kekurangan kita dari saudara seagama kita. Cerminan baik dari saudara kita tentulah baik pula untuk kita ikuti. Sedangkan cerminan buruk dari saudara kita lebih pantas untuk kita tinggalkan dan jadikan pembelajaran untuk saling memperbaiki.

Saudariku…
Tentu engkau sudah mengetahui bahwa Islam mengajarkan kita untuk saling mencintai. Dan salah satu bukti cinta Islam kepada kita –kaum wanita– adalah perintah untuk berjilbab. Namun, kulihat engkau masih belum mengambil “kado istimewa” itu. Kudengar masih banyak alasan yang menginap di rongga-rongga pikiran dan hatimu setiap kali kutanya, “Kenapa jilbabmu masih belum kau pakai?” Padahal sudah banyak waktu kau luangkan untuk mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang perintah jilbab. Sudah sekian judul buku engkau baca untuk memantapkan hatimu agar segera berjilbab. Juga ribuan surat cinta dari saudarimu yang menginginkan agar jilbabmu itu segera kau kenakan. Lalu kenapa, jilbabmu masih terlipat rapi di dalam lemari dan bukan terjulur untuk menutupi dirimu?

Baca lebih lanjut